Sampah Rusunawa PIK 2 Menggunung, Sudin LH Sebut Banyak dari Luar Penggilingan
inews Muara Teweh – Sampah Rusunawa PIK 2 Permasalahan sampah di kawasan Rusunawa PIK 2 (Rumah Susun Sederhana Sewa) kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah yang menggunung di sekitar kompleks tersebut mulai mencemari lingkungan. Menurut Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, sebagian besar sampah yang menumpuk di lokasi ini diduga berasal dari wilayah luar Penggilingan, bukan dari penghuni rusunawa itu sendiri.
Keberadaan tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik ini menyebabkan polusi udara yang tidak hanya mengganggu kenyamanan penghuni, tetapi juga berisiko menyebabkan penyakit dan mencemari lingkungan sekitar. Sampah yang tidak terangkut dengan cepat juga menambah kerumunan lalat dan binatang pengerat, yang semakin memperburuk kondisi kesehatan di kawasan tersebut.
1. Kronologi Penemuan Tumpukan Sampah
Tumpukan sampah yang terjadi di Rusunawa PIK 2 sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir, dan semakin parah pada awal tahun 2026. Beberapa warga mengungkapkan bahwa sampah yang menumpuk di dekat tempat pembuangan sampah sementara sudah mencapai ketinggian lebih dari 2 meter, menciptakan pemandangan yang sangat mengganggu.
Menurut laporan dari warga sekitar, sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari penghuni Rusunawa PIK 2, tetapi juga diduga dibuang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dari luar wilayah Penggilingan. Sampah plastik, kaleng bekas, botol kaca, serta limbah rumah tangga lain terlihat bercampur dengan sampah organik, membuat proses pengelolaannya semakin sulit.
“Kami sudah berulang kali melaporkan masalah ini ke petugas kebersihan, namun tumpukan sampah ini selalu datang kembali. Kami menduga banyak orang luar yang membuang sampah mereka di sini, dan kami berharap ada solusi untuk masalah ini,” kata Rudi Santoso, salah seorang penghuni Rusunawa PIK 2.
Baca Juga: 5.141 Gempa Bumi Terjadi di Papua Sepanjang Tahun 2025
2. Pihak Sudin LH Jakarta Utara Turun Tangan
Menanggapi keluhan warga, pihak Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara segera melakukan pengecekan ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi sampah di Rusunawa PIK 2. Setelah melakukan investigasi, mereka menyimpulkan bahwa sampah yang menumpuk di lokasi tersebut memang sebagian besar berasal dari luar kawasan Penggilingan.
“Setelah kami turun ke lokasi, kami mendapati banyaknya sampah yang berasal dari luar wilayah rusunawa. Ini bisa jadi karena kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di area yang tidak seharusnya. Kami juga melihat banyak sampah plastik dan limbah lain yang bukan berasal dari penghuni rusunawa,” ujar Slamet Riyadi, Kepala Sudin LH Jakarta Utara.
Lebih lanjut, Slamet menambahkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar serta kurangnya pengawasan di area tersebut menjadi faktor utama tumpukan sampah yang semakin memburuk. “Kami sudah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, tetapi tanpa adanya partisipasi aktif dari semua pihak, masalah ini tidak akan bisa diselesaikan,” jelasnya.
3. Sampah dari Luar Penggilingan: Fenomena yang Mengganggu
Pihak Sudin LH juga mengungkapkan bahwa fenomena sampah dari luar Penggilingan bukanlah hal baru. Sampah yang dibuang sembarangan seringkali ditemukan di berbagai titik di Jakarta, baik di pinggir jalan, area pemukiman, maupun tempat-tempat umum lainnya.
“Kami sudah menemukan sampah yang dibuang dari luar kawasan Rusunawa PIK 2, dan ini menjadi tantangan besar bagi kami dalam menjaga kebersihan. Sebagian besar sampah yang dibuang ini berasal dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, banyak juga pengemis dan pihak luar yang menggunakan lokasi ini sebagai tempat pembuangan sampah mereka,” tambah Slamet.
Pengawasan yang lemah terhadap tempat pembuangan sampah sementara serta kurangnya penegakan hukum terhadap para pembuang sampah sembarangan menjadi faktor yang memicu tumpukan sampah ini. Kebiasaan buruk seperti ini memperburuk upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
4.Sampah Rusunawa PIK 2 Upaya Pemerintah dan Solusi Jangka Panjang
Untuk mengatasi masalah sampah yang semakin memburuk ini, pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terkait dengan pembuangan sampah sembarangan. Selain itu, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah seperti tempat sampah yang lebih banyak dan tempat pembuangan sampah yang lebih tertutup akan segera diimplementasikan.
“Kami juga akan meningkatkan fasilitas sampah di sekitar Rusunawa PIK 2, dengan menyediakan tempat sampah yang lebih aman dan terjaga agar sampah tidak berserakan di sekitar lokasi. Selain itu, kami juga akan memperketat pengawasan terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” kata Slamet.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga berencana untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada warga tentang cara pengelolaan sampah yang benar dan pentingnya kerjasama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya kesadaran dari semua pihak, diharapkan permasalahan sampah di kawasan ini dapat diminimalisir.
5.Sampah Rusunawa PIK 2 Solusi Mengatasi Sampah yang Terus Menumpuk
Beberapa langkah strategis yang diusulkan untuk mengatasi masalah sampah di Rusunawa PIK 2 antara lain:
Meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah di lokasi dengan menambah tempat sampah yang lebih banyak dan mudah diakses oleh penghuni.
Pengawasan ketat oleh petugas kebersihan untuk memastikan bahwa sampah hanya dibuang di tempat yang telah disediakan.
Pemberian sanksi tegas kepada masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan, baik di luar kawasan rusunawa atau di tempat-tempat yang tidak sesuai.
Sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan manfaat menjaga kebersihan demi kesehatan bersama.
Peningkatan partisipasi warga dalam program bank sampah atau pengomposan sampah organik, untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
6. Kesimpulan: Pentingnya Kerjasama Warga dan Pemerintah
Permasalahan sampah di Rusunawa PIK 2 menjadi peringatan penting bagi semua pihak tentang perlunya kerjasama antara pemerintah, penghuni rusunawa, dan masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tumpukan sampah yang terus meningkat tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar.
Pemerintah, melalui Sudin LH Jakarta Utara, telah berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak terkelola dengan baik. Namun, untuk mencapai keberhasilan yang maksimal, kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh warga, baik yang tinggal di kawasan Rusunawa PIK 2 maupun masyarakat di luar kawasan, sangat dibutuhkan.















